Hotel di Padang - Satlantas Polresta Pangkalpinang bekerjasama dengan salah satu produsen helm yang telah berstandar resmi (SNI) melakukan sosialosasi penggunaan helm SNI ke sekolah-sekolah. Sosialisasi penggunaan helm ber-SNI merupakan program nasional kepolisian keseluruh pelosok tanah air di Indonesia termasuk Provinsi Bangka Belitung.
Padang - Untuk di Bangka belitung dilakukan sosialisasi langsung ke sekolah-sekolah serta kalangan bikers atau kumpulan pencinta motor. Salah satu brand yang telah memiliki sertifikat SNI adalah NHK, GM, VOG, MAZ dan MIX yang di buat oleh PT Danapersadaraya Motor Industry.
PT Danapersadaraya Motor Industry melalui agen tunggalnya di Bangka Belitung, Tri Brother Motor bersama dengan Satlantas Polresta Pangkalpinang mendatangi empat sekolah yakni SMU Negeri 2, SMK Negeri 1, SMU Tunas Harapan Bangsa dan SMK Bhakti. Sosialisasi dilakukan selama dua harib mulai dari Jumat (9/4) hingga Sabtu (10/4).
Kasat Lantas AKP Dadang Kurniawan, kepada harian ini mengatakan bahwa masyarakat yang menggunakan helm berstandar nasional di Pangkalpinang sudah banyak menjamur. Apalagi dengan aneka warna dan variasi dengan tidak mengabaikan standar keamanannya.
"Masyarakat di Kota Pangkalpinang sendiri pengguna helm standar ini sudah cukup banyak. Dengan banyaknya helm yang memiliki variasi gambar dan warna, kita harapkan helm bukan hanya sekedar hiasan saja, tapi yang utama adalah untuk menjaga keselamatan penggunaanya saat berkendaraan di jalan raya,"jelas Dadang Kurniawan.
Sambutan para siswasiswi dalam sosialisasi tersebut cukup antusias. Dadang menambahkan bahwa Undangundang No.22 tahun 2009 memang sudah diterapkan, tapi masih banyak yang belum mengerti tentang pasalpasalnya, khususnya tentang lalulintas dijalan raya. Menurutnya, dipilihnya siswasiswi SMU, karena tingkat angkat kecelakaan dijalan raya yang menimpa mereka sangat tinggi. Tidak kurang dua orang anak sekolah meninggal setiap bulannya dijalan raya.
"Kita sangat menyayangkan bila mereka yang seharusnya menjadi penerus bangsa, tetapi harus mati siasia di jalan raya. Ratarata korban kecelakaan yang meninggal dunia karena tidak menggunakan helm yang berstandar nasional,"ujar Dadang Kurniawan.
Untuk itu ia berharap kepada para siswa sekolah agar dapat menggunakan helm di jalan raya. Jangan menggunakan helm itu hanya kalau ada polisi saja. Tetapi menanamkan dalam jiwa, saat berkendaraan harus menggunakan helm untuk keamanan diri sendiri, bukan karena alasan takut sama polisi.
"Menggunakan helm itu harus kesadaran. Bukan karena ada polisi saja, kalau nggak ada polisi dilepas. Kita harap masyarakat sadar, menggunakan helm itu untuk melindungi kepala dari benturan bila terjadi kecelakaan,"pungkasnya.
No comments:
Post a Comment